Sabtu, 04 September 2010

BSMI KOTA BLITAR SEBAR TAKJIL DAN BUKA BERSAMA




Blitar, 02 September 2010

Pada hari Kamis, 02 September 2010 Bulan Sabit Merah Indonesia Cabang Kota Blitar melaksanakan 2 agenda dalam rangka menghidupkan Ramadhan 1431 H. Agenda pertama adalah sebar takjil bagi keluarga pasien di RSD Mardi Waluyo Kota Blitar. Lebih dari 100 paket takjil disebar bekerjasama dengan LDK Prodi Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang. Kegiatan ini dipandu oleh Agus Khoirul A, S.Kep, Ns (Ketua Bidang Dakwah, Pengembangan SDM, dan Relawan) dan diikuti sekitar 30 mahasiswa anggota LDK.
Agenda kedua adalah buka bersama dengan PT Telkom Blitar, dimana H. Ardhy Syamsarifin (Sekretaris BSMI Kota Blitar) menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang juga dihadiri Edi Purwanto (Divisi Fund Raising) menghasilkan kesepakatan dari pihak PT. Telkom untuk ke depan bekerjasama dalam kegiatan kemanusiaan.
Semoga kegiatan BSMI Kota Blitar ini dapat menghidupkan Ramadhan 1431 H serta dapat lebih mengembangkan program yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. (tfab)

Minggu, 29 Agustus 2010




PENGHIDUPAN RAMADHAN 1431 H

BSMI Kota Blitar melaksanakan penghidupan Ramadhan 1431 H dengan beberapa kegiatan. selain secara periodik mengisi di beberapa mushola di wilayah Blitar, hari Ahad 29 Agustus 2010 mengadakan 2 kegiatan sekaligus. Pertama bekerjasama dengan LDK Al-Hikmah STKIP Blitar mengadakan buka bersama yang diisi oleh tausiyah Ust. H. Mohammad Saichu yang diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa anggota LDK di Kota Blitar. Acara kedua adalah kajian islami yang dilakukan di sekretariat BSMI Kota Blitar "Klinik Rahmat Medika" yang dihadiri div. sekretariat dan humas mengkaji pengoptimalan amal ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Rangkaian kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada keluarga pasien di Rumah Sakit Daerah insya Allah dilaksanakan tanggal 2 Agustus 2010 dilanjutkan i'tikaf pada tanggal 3 Agustus 2010. Semoga rangkaian kegiatan ini dapat menghidupkan Ramadhan 1431 H ini dan bermanfaat bagi masyarakat, amin.

Jumat, 13 Agustus 2010


Raih Manfaat Medis Berpuasa

Alhamdulillah Bulan Ramadhan kita telah memasukinya. Selain persiapan hati tentunya fisik juga ikut disiapkan. Memasuki ibadah puasa ini muncul berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kesehatan seperti; Bagaimana bagi yang mempunyai badan yang lemah. Apakah ia harus berpuasa? Bagaimana pula dengan yang mempunyai sakit maag, diabetes, jantung, dan penyakit berat lainnya? Bagaimana dari sisi kesehatan? Kemudian apakah benar jikalau
berbuka harus dengan makanan yang manis-manis?

Ternyata berpuasa sangat dianjurkan baik untuk menjaga kesehatan dan bahkan juga untuk terapi penyembuhan. Puasa tidak hanya dikenal dalam Islam namun juga telah diakui
dan diaplikasikan oleh orang selain Islam Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengobatan yang terbaik seperti kata Plato bahwa puasa adalah untuk mengobati sakit fisik dan mental. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa “Fasting is the greatest remedy the physician within!".Puasa juga sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam enanggulangi penyakit. Bahkan di Amerika ada pusat puasa yang diberi nama ”Fasting Center International, Inc”, yang berdiri sejak 35 tahun yang lalu, dengan pasien dari 220 negara.

Tinjauan Medis dari puasa itu sendiri bagaimana ?

Sebenarnya apa saja pengaruh puasa bagi kesehatan kita?
Sebenarnya apa saja pengaruh puasa bagi kesehatan kita?
Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu :

1. Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan. Pada hari-hari
ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu
sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
Dengan puasa,oxigenisasi tak berkutat di perut tapi kepala. Kenapa Orang kenyang ngantuk? Karena oxigenisasi banyak di perut.

2. Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Saat berpuasa, tubuh di detoks (membersihkan tubuh dari racun dan kotoran).
Saat puasa seluruh cadangan makanan yang ada di tubuh dibakar. Detoksifikasi terjadi
ketika makanan tak lagi memasuki tubuh dan tubuh mengubah simpanan lemak jadi
energi. Proses ini melepaskan zat kimia dari asam lemak ke dalam sistem kemudian
dikeluarkan lewat organ pembuangan.

Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga
menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan
karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

3. Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal
serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

4. Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh

5. Memperbaiki fungsi hormon

6. Meremajakan sel-sel tubuh. Hati, lambung dan organ vital istirahat pada saat
puasa sehingga terjadi regenerasi dari organ dalam dan sel-sel memiliki kesempatan memperbaiki diri (peremajaan sel).

7. Meningkatkan fungsi organ tubuh

8. Menyeimbangkan saraf simpatis dan parasimpatis. Saraf simpatis membuat stres
plus jantung berdebar. Di sisi lain, hormon parasimpatis memperlambat denyut jantung hingga lebih tenang dan dapat mengontrol emosi.Saraf parasimpatis juga dapat mempengaruhi pengeluaran asam
lambung.Niat dalam berpuasa menjadi penting, karena dengan niat di hati akan di
sampaikan ke otak untuk menekan asam lambung sehingga asam lambung tidak berlebihan
dan tidak menyebabkan sakit lambung.Tetapi dalam keadaan stress asam lambung akan
meningkat dan menyebabkan sakit maag.

9. Mengurangi risiko stroke. Puasa dapat memperbaiki kolestrol darah yang dapat
menyumbat pembuluh darah dalam bentuk atekosklorosis (pengapuran dan pengerasan
pembuluh darah).

Berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?
Dari Anas bin Malik ia berkata : "Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab(kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering),maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud).Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan 'yang manis-manis'? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate), Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate). Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis.

Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah sehingga tidak
menggemukkan. Sedangkan kurma dalam kemasan-kemasan yang dijual di bulan Ramadhan
sudah berupa 'manisan kurma', bukan lagi kurma segar . Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan
Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat
kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau
makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik sehingga menjadi tidak sehat.
Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan. Glycemic Index (GI)
adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh.

Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin. Makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya), maka respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak. Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak. Pemakanan yang dianjurkan adalah makan yang seimbang yang terdiri dari: 50 persen karbohidrat kompleks, 40-45 persen protein dan 5-10 persen lemak.

Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh menjadi energi. Dengan
demikian, makanan diproses pelan-pelan dan tenaga diperoleh sedikit demi sedikit sehingga
kita tidak cepat lapar dan energi tersedia dalam waktu lama. Sebaliknya,karbohidrat sederhana menyediakan energi sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis sehingga kita mudah lemas.Maka, ketika makan sahur, jangan makan yang banyak mengandung gula, karena kita akan cepat lemas. Makanlah karbohidrat kompleks sehingga kita tetap berenergi sampai waktu berbuka.

Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang
dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral, dan air. Pentingnya keseimbangan gizi sering kurang disadari karena hasilnya tidak
terlihat langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya dengan
mereka yang kelebihan gizi tertentu. Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh. Makan yang seimbang adalah makan yang tidak kekurangan tetapi juga tidak berlebihan, yang disesuaikan dengan usia, kualitas dan kuantitas gerak serta kondisi tubuh. Hal lain yang juga penting adalah jangan sampai kekurangan cairan. Jika kurang makanan, mekanisme tubuh akan menyediakan energi cadangan dari lemak.

Sedang kalau dehidrasi, tak ada cadangannya.” Keperluan cairan kita adalah bergantung pada
berat badan. Keperluan cairan adalah 50 cc/kg berat badan/24 jam. Jika seseorang mempunyai berat badan 50 kg maka keperluan cairannya adalah 50 kg x 50 cc=2500 cc=2.5 liter air sehari.
Ok…siapkan diri..siapkan hati…sambut Ramadhan dengan gembira dan penuh kesejukan.

Rabu, 28 Juli 2010



Blitar, 18 Juli 2010
Pengurus dan Anggota BSMI Kota Blitar pada hari ahad 18 Juli 2010 yang lalu mengadakan kegiatan rihlah (tamasya) dan survey lokasi Diklat ke-2 tahun 2010 yang terletak di pantai Dlodo Tulungagung. Kegiatan tersebut diikuti oleh 12 peserta yang dikoordinir oleh Tutus Fibri AB (div. Sekretariat dan Humas). Pada kegiatan tersebut sudah dilakukan pendekatan informal dengan penduduk sekitar, dan alhamdulillah mendapat respon yang positif, sehingga hasil survey ini dapat dibawa ke musyawarah pengurus untuk memutuskan waktu dan tempat Diklat ke-2 BSMI Kota Blitar. bagi rekan-rekan yang tertarik mengikuti silahkan menghubungi sekretariat dapat melalui contac center: hp, email, dan Fb atau langsung ke divisi Sekretariat dan Humas. (tfab)

Jumat, 02 Juli 2010
















BSMI Kota Blitar Berikan Layanan Khitan Bersama

Blitar, 03 Juni 2010
Tim Medis Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Kota Blitar kembali melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar dalam bentuk Khitanan Bersama. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 01 Juli 2010, yang diikuti oleh 16 pasien. Khitanan bersama ini dilaksanakan bekerjasama dengan Pondok Pesantren Combong Kecamatan Garum Kota Blitar. Tim medis BSMI Kota Blitar dipimpin Oleh dr. Andik Setiawan dan beranggotakan M. Miftachul Ulum, S.Kep, Ns, Agus Khoirul Anam, S.Kep, Ns, Edi Purwanto, AMd.Kep, Ardyanta Mushlihin, AMd. Kep, Didik Setiawan, AMd.Kep, dan 4 mahasiswa Program Studi Keperawatan Blitar.
Pemeriksaan lanjutan pasca khitan dilaksanakan tanggal 02 Juli 2010 oleh Tim Medis BSMI Kota Blitar. dari hasil pemeriksaan pada ke-16 peserta hasil yang didapatkan sangat memuaskan. "Kami puas dengan hasil kerjasama ini, insya Allah kami ke depan akan melanjutkan kerjasama dengan BSMI Kota Blitar" kata salah satu pimpinan Pondok Pesantren Combong Garum Kabupaten Blitar.
BSMI Kota Blitar senantiasa bersedia melayani masyarakat dan mitra kerja yang membutuhkan pelayanan kesehatan, dapat menghubungi call center 085 649 610061. (tfab)

Rabu, 23 Juni 2010

Pembekalan dan Konsolidasi Tim Media misi BSMI ke Palestina


Jakarta

Konsep strategis BSMI ke Palestina yang melibatkan media guna mensosialisasikan misi kemanusiaan untuk memberikan gaung adanya krisis kemanusiaan atas penjajahan Israel semakin dikongritkan dengan konsolidasi internal sebelum keberangkatan. Pada kesempatan pada Rabu (23/6) di Kantor Pusat Jl.Dewi Sartika no.19 Cililitan Jaktim rekan-rekan media yang tergabung dalam tim mendapat pengarahan dan sharing emungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dalam perjalanan. Media-media tersebut dari TVONE, RCTI, KOMPAS dan ANTARA FOTO. (Dul)

BSMI KOTA BLITAR BERIKAN PELAYANAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT



Blitar, 21 Juni 2010
Salah satu wujud pengabdian BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) Cabang Kota Blitar kepada masysarakat, bekerjasama dengan SALIMAH (Persaudaraan Muslimah) Kota dan Kabupaten Blitar dalam rangka mewujudkan masyarakat Blitar yang sehat, pada hari minggu tanggal 20 Juni 2010 pukul 10.00 - 14.00 diadakan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis yang di ikuti sekitar 60 pasien. Pada Kegiatan tersebut Tim Medis BSMI Kota Blitar di pimpin oleh dr. Trianang Setiawan.
Pada hari senin tanggal 21 Juni 2010, tim Medis BSMI Kota Blitar yang dikoordinir TUTUS FAB, S.Kep, Ns (Div. Sekretariat dan Humas) melakukan penyuluhan kesehatan tentang Kegawat Daruratan yang ditujukan pada masyarakat di Kelurahan Turi kota Blitar. Acara ini diikuti sekitar 20 orang. Kedua kegiatan disambut hangat oleh masyarakat dan menghendaki kegiatan seperti ini dilaksanakan secara rutin, sehingga dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatannya. (tfab)

Rabu, 02 Juni 2010

Pernyataan Sikap PP BSMI Terkait Penyerangan Kapal Mavi Marmara

Terjadinya serangan tentara Israel terhadap konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla yang akan menuju perairan Gaza pada tanggal 31 Mei 2010 dimana puluhan jiwa tewas dan luka-luka, adalah amat disesalkan dan wajib mendapat perhatian serius dari dunia internasional, badan-badan PBB dan otoritas hukum internasional. Konvoi tersebut adalah konvoi kemanusiaan dan bukan suatu misi militer. Mereka datang atas nama keprihatinan dan solidaritas kemanusiaan terhadap sesamanya, yaitu para makhluk Tuhan di Gaza yang menderita lahir bathin, kelaparan, kehausan, kedinginan, ketakutan, kesedihan dan kehancuran akibat kepungan tentara Israel bertahun-tahun lamanya.

Alih-alih membantu memfasilitasi penyaluran bantuan, tentara Israel malah membuat penderitaan rakyat Gaza semakin dalam. Serangan brutal yang sukar dibilang necessary dan discriminate dari sisi hukum humaniter internasional jelas tak akan mendapat pembenaran apapun dari sisi masyarakat maupun rezim hukum humaniter yang berlaku.

Berkenaan dengan serangan brutal tak bertanggungjawab tersebut bersama ini Pengurus Pusat Bulan Sabit Merah Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut :
1. PP BSMI mengutuk keras serangan tersebut karena konvoi kemanusiaan tersebut tidak melakukan misi militer. Mereka datang murni atas nama misi kemanusiaan dan perdamaian.

2. PP BSMI menyesalkan terjadinya kekerasan tersebut karena pihak Israel sama sekali tidak punya legitimasi dan legalitas untuk melakukan serangan. Konvoi kemanusiaan tersebut berada di luar wilayah Laut Teritorial Gaza (di luar 12 mil laut). Kalaupun terjadi di dalam laut territorial Gaza, tetap saja Israel sama sekali tidak memiliki legitimasi dan legalitas untuk melakukan serangan. Israel tidak punya hak atas tanah dan perairan Palestina. Tidak untuk Gaza, tidak untuk Tepi Barat, tidak untuk semua wilayah Palestina.

3. Berlangsungnya konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla ke Gaza adalah karena ulah pemerintah Israel sendiri yang mengepung dan memblokade Gaza bertahun-tahun lamanya. Meninggalkan rakyat Gaza dalam kelaparan dan kedinginan, dalam kehausan dan kesakitan, dalam penderitaan dan kelemahan. Maka, jangan salahkan semua orang di dunia yang berniat membantu para korban blockade Israel di Gaza.

4. PP BSMI menyerukan kepada semua negara-negara tetangga Gaza, yaitu Mesir, Lebanon, Syria, Yordania, dan Saudi Arabia, untuk turut mempermudah penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza. Untuk tidak bersekutu dengan Israel dalam menelikung hak hidup warga Palestina di Gaza.

5. PP BSMI menyerukan kepada PBB dan otoritas internasional yang berkompeten di bidang hukum pidana internasional, untuk menyeret pelaku pembunuhan para relawan kemanusiaan tersebut ke mahkamah pidana internasional (International Criminal Court) dan tidak sekali-sekali melupakan kekejaman mereka atas nama impunity.

6. PP BSMI menyerukan kepada pihak Israel maupun otoritas Palestina untuk senantiasa menghormati hukum humaniter internasional (international humanitarian law) dalam konflik bersenjata, sebagaimana yang tercantum dalam Konvensi Den Haag 1907 dan Konvensi Geneva 1949, utamanya dalam perlindungan terhadap warga sipil yang tidak ikut berperang, perlindungan terhadap tenaga medis, relawan kemanusiaan dan para jurnalis.

7. PP BSMI mengajak seluruh komponen bangsa untuk senantiasa mendoakan keselamatan para relawan kemanusiaan yang menjadi korban dalam serangan tersebut baik WNI maupun non WNI.

8. PP BSMI mengajak pemerintah Indonesia dan seluruh komponen bangsa untuk tetap konsisten menentang penjajahan Israel di bumi Palestina dan untuk senantiasa peduli terhadap ketidakadilan dan penderitaan rakyat Palestina dengan senantiasa memberikan bantuan moril dan materiil dan memfasilitasi berkurangnya eskalasi kekerasan dan lahirnya keadilan di bumi Palestina.

Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni kita semua dan menunjukkan bahwa yang benar adalah benar dan bahwasanya yang salah adalah salah.

Jakarta, 31 Mei 2010

Dr. Basuki Supartono
Ketua Umum BSMI

Senin, 24 Mei 2010

Pelayanan Kesehatan dan Pembagian Multivitamin






































Blitar, 24 Mei 2010
Pada hari senin tanggal 24 Mei 2010, Tim Kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia Cabang Kota Blitar melakukan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat Kota Blitar. Kegiatan yang dilaksanakan di kelurahan Pakunden tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 13.00 WIB. Tim kesehatan BSMI Kota Blitar berjumlah 5 orang yang dikoordinir oleh Edi Purwanto, AMd. Kep dengan sigap melayani sekitar 50 pasien yang datang. Pada kegiatan tersebut dilakukan pula penyaluran multivitamin dari BSMI Pusat.

Pembagian multivitamin ini merupakan gelombang terakhir, dimana pembagian sebelumnya disalurkan kepada anak - anak di daerah Kota maupun Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan BSMI Kota Blitar kepada masyarakat. Dalam pelaksanaan kegiatan ini BSMI Kota Blitar mendapat bantuan dari mitra kerja (donatur) yang berniat memberikan bantuan kepada msyarakat dalam bentuk pengobatan gratis. Oleh karena itu BSMI Kota Blitar senantiasa siap untuk membantu mitra kerja yang ingin berkontribusi kepada masyarakat Kota maupun Kabupaten Blitar, dengan menghubungi Call Center 085 649 610061 atau Humas 0342 - 7721901. (tfab)

Jumat, 21 Mei 2010

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN


Setelah sukses pelaksanaan deklarasi dan seminar kesehatan pada tanggal 25 April 2010, panitia mengadakan rapat evaluasi dan laporan pertanggungjawaban dari kegiatan yang dihadiri lebih dari 400 orang, termasuk Wakil Walikota Blitar dan Ketia IDI Kota Blitar, serta tokoh masyarakat. Pada kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2010 tersebut dihadiri H. Ardhi Syamsarifin (sekretaris), Agus Susanto (bendahara), Liana Dwi NU (Div. Administrasi Keuangan), Tutus FAB (Div. Sekretariat dan Humas), Andryas S (Div. Rumah Tangga), Andik Supriyadi (Bidang Tanggap Bencana, Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan) dan segenap panitia yang dipimpin oleh Dedi Aji.
Pada rapat tersebut dibahas tentang kendala dan laporan keuangan acara deklarasi dan seminar kesehatan 2010, serta disampaikan rencana kegiatan seminar kesehatan berikutnya, karena kegiatan seminar kesehatan merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan BSMI Kota Blitar dalam rangka pengembangan sumber daya manusia. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan laporan pertanggungjawaban dari ketua panitia kepada sekretaris BSMI Kota Blitar (tfab)