Selasa, 26 Oktober 2010

MARI ULURKAN TANGAN UNTUK INDONESIA !!!

Berbagai bencana terjadi di negeri kita, mulai dari banjir di wasior dan akhir - akhir ini tsunami di mentawai serta beriringan dengan gunung merapi meletus. Bulan Sabit Merah Indonesia Pusat dan cabang - cabang yang ada sudah merapat ke tempat musibah terjadi. BSMI senantiasa berusaha semaksimal mungkin membantu saudara kita yang tertimpa musibah.

Bulan Sabit Merah Indonesia Cabang Kota Blitar memiliki tanggungjawab moral untuk ikut berperan serta dalam penanganan musibah yang ada di negeri kita tercinta ini, untuk itu kami membuka kesempatan kepada masyarakat khususnya yang berada di Blitar dan sekitarnya untuk berperan serta membantu saudara kita yang terkena musibah, baik berupa uang, tenaga, maupun bahan lain yang dibutuhkan.

Terimakasih kepada para donatur yang selama ini sudah menyalurkan bantuan bersama kami, dan bantuan yang telah disalurkan akan kami koordinasikan dalam pendistribusian sehingga dapat tepat sasaran kepada saudara kita yang membutuhkan. SEMOGA ALLAH SWT MEMBALAS DENGAN SEBAIK-BAIK BALASAN UNTUK DONATUR SEMUA, AMIN!!!

untuk perkembangan penyaluran bantuan BSMI di seluruh indonesia silahkan ikuti di Facebook : bsmi kota blitar atau www.bsmipusat.net

Mari, ulurkan tangan kita untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Indonesia tercinta ini dengan menyalurkan dana bantuan kita melalui Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Kota Blitar ke Bank JATIM No. Rek.
014 297 4517 a.n BSMI Cabang Kota Blitar atau bagi rekan-rekan yang bersedia Bergabung dgn kami ke Lokasi....??? daftarkan segera melalui BSMI Kota Blitar hub Contact center: 085 649 610061 - (0342) 807592, komitmen sbg Relawan, pengalaman serta skill menjadi nilai plus agar kami pilih dan berangkatkan segera‌ bersama relawan dari BSMI cabang lainnya.

Rabu, 20 Oktober 2010

Penduduk Wasior Bertahan Medis BSMI lanjutkan Pelayanan Reaksi Cepat


Teluk Wondama-Papua Barat

Ahad (16/9) Gelombang ketiga Relawan BSMI yang terdiri dari Dr. Rama Chandra dan Dr. Nasir dari BSMI cabang Surabaya bersiap merapat ke Wasior kabupaten Teluk Wondama Papua Barat. Mereka akan melakukan pelayanan medis reaksi cepat bagi warga Wasior yang terkena dampak dari bencana banjir bandang Wasior.

Sebelumnya, dua dokter tersebut telah memberikan pelayanan medis di Penampungan Pengungsi Wasior di Posko Kodim dan Kampung Makasar Manokwari. Di Posko BSMI Masjid Raya Alfalah Kota Wasior Relawan BSMI dibantu oleh Relawan BSMI kota Wasior yang mempersiapkan diri membentuk kepengurusan di Wasior. ( Dul)

==========================================
Mari, ulurkan tangan kita untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Wasior dengan menyalurkan dana bantuan kita melalui Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Kota Blitar ke Bank JATIM No. Rek. 014 297 4517 atau bantuan lain melalui sekretariat dengan menghubungi Contact center: 085 649 610061 - (0342) 807592.

Rabu, 13 Oktober 2010

Lagi, Dua Relawan BSMI Dikirim ke Wasior


Setelah menerjunkan 16 relawan BSMI Cabang Papua Barat dan dua dokter dari BSMI Cabang Makassar, BSMI Pusat kembali mengirimkan dua relawan ke lokasi bencana banjir bandang Wasior, Senin (11/1) subuh. Dengan menumpang Hercules TNI-AU dari bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, dua relawan BSMI Pusat, Syekh Abdul Qodir dan Amin Kuat, membawa bantuan obat-obatan, logistik dan peralatan evakuasi. Di Wasior, keduanya akan membantu proses evakuasi korban banjir.

"Alhamdulillah perjalanan udara kami berjalan lancar. Setibanya di Manokwari pada malam hari, kami langsung disambut teman-teman relawan BSMI yang sudah membuka posko layanan kesehatan di Lapangan Kodim dan langsung ikut membantu kegiatan di sana. Sebagian besar pasien yang berobat adalah ibu-ibu dan anak-anak yang mulai terserang penyakit gatal-gatal dan ispa. Tak hanya itu, banyak di antara anak-anak itu yang mengalami pendarahan di hidung dan telinga akibat infeksi kumat," ujar Syekh.

Lebih lanjut Syekh menambahkan, selain mendirikan posko kesehatan, BSMI juga melakukan mobile clinic di dua posko pengungsi yang ada di Manokwari dengan menggunakan truk sewaan. Namun, pada malam itu juga tim evakuasi merencanakan akan masuk ke Wasior dengan menumpang kapal tongkang dari Pelabuhan Maruni. Namun, karena ada kerusakan kapal, rencana itu akhirnya dibatalkan.

"Keesokan harinya, tim kemudian mencari alternatif dengan menggunakan KRI AL di dermaga Angkatan Laut Fasakhan. Namun, KRI tersebut ternyata akan digunakan rombongan Presiden SBY yang hendak datang ke Wasior. Tak kehilangan akal, kami pun mencari alternatif kapal lain dengan mendatangi Posko Tanggap Bencana di Fasakhan. Alhamdulillah, usaha kami tidak sia-sia. Kami mendapat informasi bahwa akan ada kapal yang akan berangkat menuju Wasior. Tak hanya itu, kami pun mendapat informasi lain bahwa ada pesawat yang akan masuk ke Wasior. Saat itu juga kami pun berangkat," ungkapnya.

Berdasarkan data dari Basarnas, hingga Selasa (12/10) pagi ini, jumlah pengungsi banjir Wasior di Posko Kodim dan BLK Manokwari sudah mencapai 3.072 orang, 140 orang dirawat di Rumah Sakit yang tersebar di Manokwari, dan 500 orang di Rumah Sakit di Nabire. Sedangkan korban hilang sebanyak 103 orang. (Rin)

ULURKAN TANGAN KITA UNTUK SAUDARA WASIOR

Lembaga Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) bekerjasama dengan Kerukunan Keluarga Sulawesi-Selatan (KKSS) Papua Barat mendatangkan bantuan alat-alat berat dan logistik ke Wasior, Papua Barat, Jumat (8/10) dini hari.

Koordinator relawan BSMI Cabang Papua Barat, Amir, mengatakan bantuan alat-alat berat yang didatangkan tersebut berupa ekskavator, buldoser, truk tangki air, dan dua mobil untuk operasional. Sedangkan logistik yang dibawa berupa beras, mie instan, air minum, dan pakaian.

"Bantuan tersebut kami bawa dari Manokwari Kamis (7/10) malam dengan Kapal sewa LPP Sorong Selatan bersama 16 relawan BSMI dan relawan KKSS Papua Barat. Kapal ini baru tiba di Wasior pada Jumat (8/10) dini hari. Alat-alat berat itu akan digunakan untuk membantu evakuasi mayat yang masih tertimbun atau terjepit reruntuhan bangunan dan pohon yang tumbang, serta membersihkan kota Wasior dari sampah pasca banjir," ujarnya.

Rencananya, sambung Amir, dua atau tiga hari ke depan alat berat akan didatangkan lagi untuk membantu proses evakuasi mayat dan membersihkan sampah yang sulit dibersihkan dengan tenaga manusia. Hingga saat ini Wasior masih dipenuhi lumpur dan sampah bangunan maupun pohon besar dan batu-batu dari pegunungan yang menghalangi jalan.

"Saat ini, Wasior seperti kota mati. Listrik belum nyala dan korban selamat pun sudah mengungsi ke kota-kota terdekat seperti Manokwari, Biak dan Nabire. Meskipun demikian, para pengungsi tersebut masih menumpuk di Dermaga Kuripasai karena transportasi laut belum lancar. Oleh sebab itu, fokus kami saat ini adalah mengevakuasi mayat di beberapa desa yang masih terisolir seperti Suobei dan Wasior Kampung. Di dua desa ini bau mayat sangat menyengat karena masih banyak mayat yang belum dievakuasi," ungkap Amir.

Selain mengevakuasi mayat, BSMI juga akan mendirikan posko kesehatan bagi korban selamat. Sebab, posko kesehatan masih sangat minim dan belum bisa diakses dengan mudah oleh para korban selamat. Padahal, para korban selamat tersebut kini mulai terserang penyakit seperti diare dan ispa (infeksi saluran pernafasan akut). Untuk memudahkan akses layanan kesehatan tersebut, BSMI akan melakukan mobile klinik dengan membawa tim medis ke posko-posko pengungsian dan desa-desa yang masih terisolir. Tim medis ini antara lain berasal dari BSMI Cabang Makassar dan Ambon.

Berdasarkan data dari Basarnas, hingga Sabtu (9/10), korban meninggal dunia sebanyak 95 dan laporan orang hilang sebanyak 116. Diperkirakan kerugian material mencapai meliyaran rupiah. (Rin)

==========================================
Mari, ulurkan tangan kita untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Wasior dengan menyalurkan dana bantuan kita melalui Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Kota Blitar ke Bank JATIM No. Rek. 014 297 4517 atau bantuan lain melalui sekretariat dengan menghubungi Contact center: 085 649 610061 - (0342) 807592.

Sabtu, 09 Oktober 2010

BSMI Bantu Evakuasi Korban Banjir Wasior





Papua Barat

Para relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Papua Barat membantu mengevakuasi korban banjir bandang di Kota Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Selasa (5/10).

Selain mengevakuasi korban, para relawan juga mendirikan posko bantuan, menyiapkan satu unit mobil jenazah, dan tiga unit mobil pikup.

Koordinator relawan BSMI Cabang Papua Barat, Amir, mengatakan pihaknya akan menerjunkan lagi 10 relawan ke lokasi bencana Rabu (6/10) subuh untuk mengevakuasi jenazah.

"Kami juga akan menyertakan tiga orang ustadz ke lokasi bencana untuk membantu memulihkan trauma yang dialami para korban bencana," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, pihaknya akan membawa serta bantuan sembako dan pakaian untuk didistribusikan kepada para korban banjir.

"Bantuan dari para saudara senusantara sangatlah diharapkan bagi para korban bencana banjir Wasior," ungkapnya berharap. (rin)

Selasa, 05 Oktober 2010

ACARA HALAL BILHALAL DENGAN WALIKOTA


Halal bilhalal yang di gelar oleh bsmi cabang blitar berlangsung cukup meriah, para undangan dari bapak wakil walikota blitar sampai ketua BSMI cabang kabupaten blitar juga menghadiri acara yang tengahj di gelar di Rumah makan asyfa kota blitar

Sabtu, 04 September 2010

UPDATE ANGGOTA BSMI KOTA BLITAR



Kepada anggota BSMI Cabang Kota Blitar dan atau masyarakat khususnya yang berdomisili di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar, sehubungan dengan rencana cetak kartu anggota BSMI Cabang Kota Blitar, kami beritahukan sebagai berikut :
  1. Diharapkan mengisi formulir permohonan menjadi anggota (bagi yang belum terdaftar menjadi anggota) dan menyerahkan file foto untuk dipasang di kartu anggota.
  2. Formulir dan penyerahan file foto dilakukan di sekretariat BSMI Kota Blitar "Klinik Rahmat Medika" Jl. Cemara 249 Karangsari Kota Blitar.
  3. Biaya pencetakan kartu anggota adalah Rp. 5.000,- dibayarkan langsung pada waktu penyerahan formulir dan atau file foto.
  4. Bagi yang memiliki kartu anggota BSMI Cabang Kota Blitar, akan mendapat fasilitas khusus dalam mengikuti kegiatan yang dilaksanakan BSMI Cabang Kota Blitar.
  5. Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan langsung ke Sekretariat BSMI Kota Blitar atau menghubungi (telepon atau sms) ke contact center: 085 649 610061
Demikian pemberitahuan kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terimakasih.

Blitar, 5 September 2010
Hormat Kami,
Divisi Sekretariat dan Humas BSMI Cabang Kota Blitar

BSMI KOTA BLITAR SEBAR TAKJIL DAN BUKA BERSAMA




Blitar, 02 September 2010

Pada hari Kamis, 02 September 2010 Bulan Sabit Merah Indonesia Cabang Kota Blitar melaksanakan 2 agenda dalam rangka menghidupkan Ramadhan 1431 H. Agenda pertama adalah sebar takjil bagi keluarga pasien di RSD Mardi Waluyo Kota Blitar. Lebih dari 100 paket takjil disebar bekerjasama dengan LDK Prodi Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang. Kegiatan ini dipandu oleh Agus Khoirul A, S.Kep, Ns (Ketua Bidang Dakwah, Pengembangan SDM, dan Relawan) dan diikuti sekitar 30 mahasiswa anggota LDK.
Agenda kedua adalah buka bersama dengan PT Telkom Blitar, dimana H. Ardhy Syamsarifin (Sekretaris BSMI Kota Blitar) menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang juga dihadiri Edi Purwanto (Divisi Fund Raising) menghasilkan kesepakatan dari pihak PT. Telkom untuk ke depan bekerjasama dalam kegiatan kemanusiaan.
Semoga kegiatan BSMI Kota Blitar ini dapat menghidupkan Ramadhan 1431 H serta dapat lebih mengembangkan program yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. (tfab)

Minggu, 29 Agustus 2010




PENGHIDUPAN RAMADHAN 1431 H

BSMI Kota Blitar melaksanakan penghidupan Ramadhan 1431 H dengan beberapa kegiatan. selain secara periodik mengisi di beberapa mushola di wilayah Blitar, hari Ahad 29 Agustus 2010 mengadakan 2 kegiatan sekaligus. Pertama bekerjasama dengan LDK Al-Hikmah STKIP Blitar mengadakan buka bersama yang diisi oleh tausiyah Ust. H. Mohammad Saichu yang diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa anggota LDK di Kota Blitar. Acara kedua adalah kajian islami yang dilakukan di sekretariat BSMI Kota Blitar "Klinik Rahmat Medika" yang dihadiri div. sekretariat dan humas mengkaji pengoptimalan amal ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Rangkaian kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada keluarga pasien di Rumah Sakit Daerah insya Allah dilaksanakan tanggal 2 Agustus 2010 dilanjutkan i'tikaf pada tanggal 3 Agustus 2010. Semoga rangkaian kegiatan ini dapat menghidupkan Ramadhan 1431 H ini dan bermanfaat bagi masyarakat, amin.

Jumat, 13 Agustus 2010


Raih Manfaat Medis Berpuasa

Alhamdulillah Bulan Ramadhan kita telah memasukinya. Selain persiapan hati tentunya fisik juga ikut disiapkan. Memasuki ibadah puasa ini muncul berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kesehatan seperti; Bagaimana bagi yang mempunyai badan yang lemah. Apakah ia harus berpuasa? Bagaimana pula dengan yang mempunyai sakit maag, diabetes, jantung, dan penyakit berat lainnya? Bagaimana dari sisi kesehatan? Kemudian apakah benar jikalau
berbuka harus dengan makanan yang manis-manis?

Ternyata berpuasa sangat dianjurkan baik untuk menjaga kesehatan dan bahkan juga untuk terapi penyembuhan. Puasa tidak hanya dikenal dalam Islam namun juga telah diakui
dan diaplikasikan oleh orang selain Islam Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengobatan yang terbaik seperti kata Plato bahwa puasa adalah untuk mengobati sakit fisik dan mental. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa “Fasting is the greatest remedy the physician within!".Puasa juga sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam enanggulangi penyakit. Bahkan di Amerika ada pusat puasa yang diberi nama ”Fasting Center International, Inc”, yang berdiri sejak 35 tahun yang lalu, dengan pasien dari 220 negara.

Tinjauan Medis dari puasa itu sendiri bagaimana ?

Sebenarnya apa saja pengaruh puasa bagi kesehatan kita?
Sebenarnya apa saja pengaruh puasa bagi kesehatan kita?
Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu :

1. Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan. Pada hari-hari
ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu
sudah sepantasnya alat pencernaan diberi istirahat.
Dengan puasa,oxigenisasi tak berkutat di perut tapi kepala. Kenapa Orang kenyang ngantuk? Karena oxigenisasi banyak di perut.

2. Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Saat berpuasa, tubuh di detoks (membersihkan tubuh dari racun dan kotoran).
Saat puasa seluruh cadangan makanan yang ada di tubuh dibakar. Detoksifikasi terjadi
ketika makanan tak lagi memasuki tubuh dan tubuh mengubah simpanan lemak jadi
energi. Proses ini melepaskan zat kimia dari asam lemak ke dalam sistem kemudian
dikeluarkan lewat organ pembuangan.

Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga
menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan
karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

3. Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal
serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

4. Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh

5. Memperbaiki fungsi hormon

6. Meremajakan sel-sel tubuh. Hati, lambung dan organ vital istirahat pada saat
puasa sehingga terjadi regenerasi dari organ dalam dan sel-sel memiliki kesempatan memperbaiki diri (peremajaan sel).

7. Meningkatkan fungsi organ tubuh

8. Menyeimbangkan saraf simpatis dan parasimpatis. Saraf simpatis membuat stres
plus jantung berdebar. Di sisi lain, hormon parasimpatis memperlambat denyut jantung hingga lebih tenang dan dapat mengontrol emosi.Saraf parasimpatis juga dapat mempengaruhi pengeluaran asam
lambung.Niat dalam berpuasa menjadi penting, karena dengan niat di hati akan di
sampaikan ke otak untuk menekan asam lambung sehingga asam lambung tidak berlebihan
dan tidak menyebabkan sakit lambung.Tetapi dalam keadaan stress asam lambung akan
meningkat dan menyebabkan sakit maag.

9. Mengurangi risiko stroke. Puasa dapat memperbaiki kolestrol darah yang dapat
menyumbat pembuluh darah dalam bentuk atekosklorosis (pengapuran dan pengerasan
pembuluh darah).

Berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?
Dari Anas bin Malik ia berkata : "Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab(kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering),maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud).Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan 'yang manis-manis'? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate), Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate). Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis.

Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah sehingga tidak
menggemukkan. Sedangkan kurma dalam kemasan-kemasan yang dijual di bulan Ramadhan
sudah berupa 'manisan kurma', bukan lagi kurma segar . Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan
Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat
kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau
makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik sehingga menjadi tidak sehat.
Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan. Glycemic Index (GI)
adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh.

Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin. Makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya), maka respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak. Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak. Pemakanan yang dianjurkan adalah makan yang seimbang yang terdiri dari: 50 persen karbohidrat kompleks, 40-45 persen protein dan 5-10 persen lemak.

Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh menjadi energi. Dengan
demikian, makanan diproses pelan-pelan dan tenaga diperoleh sedikit demi sedikit sehingga
kita tidak cepat lapar dan energi tersedia dalam waktu lama. Sebaliknya,karbohidrat sederhana menyediakan energi sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis sehingga kita mudah lemas.Maka, ketika makan sahur, jangan makan yang banyak mengandung gula, karena kita akan cepat lemas. Makanlah karbohidrat kompleks sehingga kita tetap berenergi sampai waktu berbuka.

Pada waktu buka puasa dan sahur suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang
dibutuhkan tubuh, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral, dan air. Pentingnya keseimbangan gizi sering kurang disadari karena hasilnya tidak
terlihat langsung. Seseorang yang kekurangan zat gizi tertentu sama bahayanya dengan
mereka yang kelebihan gizi tertentu. Makan yang seimbang baik dalam porsi maupun gizi akan mempengaruhi susunan saraf pusat dan kondisi biokimia tubuh. Makan yang seimbang adalah makan yang tidak kekurangan tetapi juga tidak berlebihan, yang disesuaikan dengan usia, kualitas dan kuantitas gerak serta kondisi tubuh. Hal lain yang juga penting adalah jangan sampai kekurangan cairan. Jika kurang makanan, mekanisme tubuh akan menyediakan energi cadangan dari lemak.

Sedang kalau dehidrasi, tak ada cadangannya.” Keperluan cairan kita adalah bergantung pada
berat badan. Keperluan cairan adalah 50 cc/kg berat badan/24 jam. Jika seseorang mempunyai berat badan 50 kg maka keperluan cairannya adalah 50 kg x 50 cc=2500 cc=2.5 liter air sehari.
Ok…siapkan diri..siapkan hati…sambut Ramadhan dengan gembira dan penuh kesejukan.